<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>For Your Inspiration &#187; Kolom Pakar</title>
	<atom:link href="http://seminar-training.net/category/kolom-pakar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://seminar-training.net</link>
	<description>Jenius Adalah : 1% Inspirasi 99% Keringat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Apr 2010 01:15:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Edward Simond : Strategi Masuk ke Pasar</title>
		<link>http://seminar-training.net/edward-simond-strategi-masuk-ke-pasar/</link>
		<comments>http://seminar-training.net/edward-simond-strategi-masuk-ke-pasar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 23:00:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Scifo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Pakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seminar-training.net/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian masuk pasar (market-entry) bisa diartikan sebagai timing dalam memasuki pasar. Ada tiga pilihan strategi yang bisa dilakukan untuk memasuki pasar, yaitu: Menjadi yang pertama (First-in Strategi), Bergabung dengan pemain yang lebih dulu masuk pasar (early entrant), dan menjadi pengekor (langgard).
1. First-in Strategi
Dalam strategi ini, perusahaan berusaha menjadi pionir dengan jalan masuk ke pasar pertama kali. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-361" title="pasfoto edward" src="http://seminar-training.net/wp-content/uploads/2010/01/pasfoto-edward2.jpg" alt="pasfoto edward" width="225" height="265" />Pengertian masuk pasar (<em>market-entry</em>) bisa diartikan sebagai timing dalam memasuki pasar. Ada tiga pilihan strategi yang bisa dilakukan untuk memasuki pasar, yaitu: Menjadi yang pertama (First-in Strategi), Bergabung dengan pemain yang lebih dulu masuk pasar (<em>early entrant</em>), dan menjadi pengekor (<em>langgard</em>).<span id="more-162"></span></p>
<p>1. <strong>First-in Strategi<br />
</strong>Dalam strategi ini, perusahaan berusaha menjadi pionir dengan jalan masuk ke pasar pertama kali. tujuannya adalah untuk menjadi pemimpin di pasar sehingga orang lain atau pesaing akan sulit mengikutinya.  Contoh merek yang menjadi pionir dipasar adalah IBM untuk bisnis komputer, Coca cola untuk minuman , dan Hertz untuk penyewaan mobil.</p>
<p>Tujuan First-in Strategi<br />
-  Peningkatan pertumbuhan<br />
-  Perluasan pangsa pasar<br />
-  Peningkatan Laba</p>
<p>Syarat untuk sukses menjadi Pionir<br />
- Berani Ambil resiko / punya mental kuat<br />
- Punya Teknologi yang terbaik<br />
- Punya napas panjang untuk promosi</p>
<p>2. <strong>Early-Entry Strategy<br />
</strong>Strategi ini dilaksakan dengan memasuki pasar setelah pelopor pasar memulainya. Bisa saja ini ternjadi karena sudah keduluan sama pionir, karena ragu-ragu mungkin dalam mengambil keputusan, atau bisa juga disengaja dengan melihat pesaing lebih dulu, akan sukses atau gagal.</p>
<p>Syarat untuk menggunakan strategi ini :<br />
- Strategi segmentasi, targetting,  positioning, produk, harga, promosi, distribusi harus kuat, karena akan berhadapan dengan pionir<br />
- Punya sumber daya yang andal<br />
- Punya napas panjang untuk menantang pemimpin pasar</p>
<p>3.  <strong>Langgard-Market-Entry Strategy<br />
</strong>Pada strategi ini, memasuki pasar pada saat produk tersebut sudah berada pada masa maturity dalam PLC (<em>Product Life Cycle</em>)</p>
<p>Keuntungan menggunakan strategi ini :<br />
- Teknologi yang sudah tersedia<br />
- Bisa mencapai skala ekonomis yang lebih besar<br />
- Bisa menawarkan harga yang murah</p>
<p>Yang perlu diperhatikan dalam strategi yang ke-3 ini adalah terkait dengan profitabilitas, pertumbuhan dan market share yang sulit diharapkan, karena pasar yang sudah jenuh.</p>
<p>Dengan tiga strategi diatas, kita bisa menimbang-nimbang kira-kira perusahaan kita cocok dengan yang mana, tidak ada yang jelek pada ke-3 strategi diatas, yang penting tepat dalam memilih dan menerapkan strateginya, sehingga bisa memenangi persaingan dipasar. <strong><em>(Edward Simond)</em></strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seminar-training.net/edward-simond-strategi-masuk-ke-pasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kafi Kurnia : Anti Marketing</title>
		<link>http://seminar-training.net/kafi-kurnia-anti-marketing/</link>
		<comments>http://seminar-training.net/kafi-kurnia-anti-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 16:50:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Scifo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Pakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seminar-training.net/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[
Kafi Kurnia  merupakan pakar marketing dari Interbrand, -perusahaan konsultan manajemen merek, yang juga merupakan anak perusahaan Omnicom, AS- di Indonesia.
Kafi Kurnia mengungkapkan bahwa sebenarnya anti marketing ini bukan paham baru dalam dunia usaha. Konsep ini sangat mengutamakan aspek imajinasi dalam memasarkan suatu produk. Kafi mengambil contoh kasus kopi Starbucks, imajinasi telah diterapkan secara menyeluruh oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-357" title="3 kafi kurnia" src="http://seminar-training.net/wp-content/uploads/2009/06/3-kafi-kurnia1.jpg" alt="3 kafi kurnia" width="238" height="240" /></p>
<p style="text-align: justify;">Kafi Kurnia  merupakan pakar marketing dari Interbrand, -perusahaan konsultan manajemen merek, yang juga merupakan anak perusahaan Omnicom, AS- di Indonesia.</p>
<p>Kafi Kurnia mengungkapkan bahwa sebenarnya anti marketing ini bukan paham baru dalam dunia usaha. <span id="more-155"></span>Konsep ini sangat mengutamakan aspek imajinasi dalam memasarkan suatu produk. Kafi mengambil contoh kasus kopi Starbucks, imajinasi telah diterapkan secara menyeluruh oleh Starbucks dalam kopi Black Apron dengan tema “Kopi Kampung”, mulai dari kemasan kopi, iklan, hingga cara penyajianya. Starbucks mempelajari cara pembuatan kopi tersebut dari suatu daerah di pedalaman Sulawesi dan berhasil menjualnya jauh lebih mahal hanya karena imajinasi. Imajinasi merupakan satu langkah penting sebelum mencapai pemberdayaan inovasi di sebuah perusahaan. Mengajarkan imajinasi ke sebuah perusahaan merupakan tantangan yang paling sulit. Imajinasi adalah alat kreatif yang dimiliki oleh otak kita, seperti sebuah proyektor yang menyatukan aneka gambar dan rencana, kemudian membuatnya menjadi film yang hidup.</p>
<p>Intinya konsep anti marketing merupakan sebuah pelengkap bagi konsep marketing itu sendiri, karena dibutuhkan dua buah hal yang berlawanan untuk menciptakan suatu kesetimbangan yang ideal. Jika seorang pengusaha ingin sukses dalam menjalankan bisnis, maka ia mutlak menerapkan konsep marketing dan konsep anti marketing. Kedua konsep tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Banyak cerita sukses tentang seorang pengusaha yang sama sekali tidak mempelajari kedua konsep tersebut secara formal, tetapi berhasil dalam bisnis yang mereka jalankan. Bahkan bisnis kecil-kecilan tersebut kini telah menjelma menjadi sebuah perusahaan besar, seperti yang terjadi pada pengusaha Bob Sadino, pemilik dan pendiri perusahaan Kemang Food, Kem Farms, dan Boga Caturrata Secara tidak disengaja para pengusaha sukses tersebut telah menerapkan konsep marketing dan anti marketing secara simultan, seperti berkepribadian optimis, pantang menyerah, dan memiliki ide yang tak terbatas melalui imajinasi.</p>
<p>Kafi Kurnia mengingatkan bahwa Muhammad Ali pernah mengatakan “Imajinasi mirip dengan sayap yang bisa membawa kita terbang kemanapun”. Tak heran kita selalu terpukau dan terpesona melihat Ali bertinju. Karena mungkin ia-lah petinju yang paling imajinatif. Bukan asal bertinju keras, tapi ia juga mampu bertinju cantik dan cerdas. Tidak heran jika hingga saat ini, hanya Ali yang disebut “The Greatest”.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seminar-training.net/kafi-kurnia-anti-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Konsep Marketing by Hermawan Kertajaya (Executive Summary)</title>
		<link>http://seminar-training.net/10-konsep-marketing-hermawan-kertajaya/</link>
		<comments>http://seminar-training.net/10-konsep-marketing-hermawan-kertajaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Jun 2009 16:06:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Scifo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Pakar]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seminar-training.net/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[
 
Pakar marketing Hermawan Kertajaya yang juga Direktur MarkPlus &#38; Co telah menyiapkan 10 konsep brilian bagi para pebisnis pada 2004. Konsep tersebut cocok diterapkan di seluruh tipe manajemen, termasuk di sector kesehatan. Terutama, karena tema yang menggarisbawahi konsep-konsep tersebut adalah spritualitas yang erat kaitannya dengan nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai yang menjadi basis utama pelaku bisnis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-353" title="2 hermawan" src="http://seminar-training.net/wp-content/uploads/2009/06/2-hermawan.jpg" alt="2 hermawan" width="220" height="252" /></p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong> </strong></span></p>
<p>Pakar marketing Hermawan Kertajaya yang juga Direktur MarkPlus &amp; Co telah menyiapkan 10 konsep brilian bagi para pebisnis pada 2004. Konsep tersebut cocok diterapkan di seluruh tipe manajemen, termasuk di sector kesehatan. Terutama, karena tema yang menggarisbawahi konsep-konsep tersebut adalah <span id="more-141"></span>spritualitas yang erat kaitannya dengan nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai yang menjadi basis utama pelaku bisnis di berbagai bidang kesehatan.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>SATU: <span style="color: #000000;">LOVE YOUR CUSTOMER, RESPECT YOUR COMPETITOR.</span></strong></span></p>
<p>Cintailah customer kita. Masak kita mau menjual barang yang jelek. Seperti Nabi Muhammad yang digelari Al Amin yang artinya Mr Trusty, Mr Honest.</p>
<p>Nabi itu, ketika ada pedagang yang menyembunyikan kayu basah di bawah, mengatakan kayu basah harus disimpan di atas. Ini menunjukkan bahwa spiritual marketing itu sudah dimulai sejak zaman Nabi.</p>
<p>Lantas bagaimana kalau produk kualitas rendah, dibungkus dengan kemasan unik dan menarik untuk menyembunyikan kekurangannya…?</p>
<p>Kalau kita tidak love our customer mereka akan memusuhi kita. Respect our competitor, lihat Nabi! Terhadap musuh-musuhnya, even orang yahudi yang meninggal ia tetap menghormati karena Yahudi tetap manusia kendati ia musuh kita. Jadi bersaing ya bersaing tapi jangan sampai menjatuhkan. Karena competitor itu kan sama-sama membangun industri.</p>
<p><span style="color: #ff0000;"><strong>KEDUA:<span style="color: #000000;"> BE SENSITIVE TO CHANGE, BE READY TO TRANSFORM</span></strong></span></p>
<p>Kita harus selalu sensitif terhadap bisikan dari atas. Seperti Nabi Nuh dulu dibisikin Tuhan supaya membuat persiapan menjelang banjir. Lalu Nabi melakukan persiapan.</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">KETIGA:</span> GUARD YOUR NAME BE CLEAR WHO YOU ARE</strong></p>
<p>Kita harus memiliki nama. Seperti yang dikatakan Aa Gym, dagang itu nama. Kalau kita sudah bisa dagang tanpa nyogok orang tidak akan meminta sogokan juga. Seperti kita (MarkPlus &amp; Co) tidak pernah nyogok untuk mendapatkan proyek. Akhirnya orang akan menerima kita.. Ya wis, Mark Plus nggak perlu apa-apa.</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">KEEMPAT: </span>CUSTOMERS ARE DIVERS GO FIRST TO WHO REALLY NEED YOU</strong></p>
<p>Customers itu macam-macam. Kita harus pergi ke orang yang benar-benar membutuhkan kita. Kalau tidak butuh jangan dijualin. Jangan membujuk orang. Marketing kan sering dituduh membuat orang konsumtif. Tidak perlu barang itu dibujuk-bujuk. Itu jelas tidak baik.</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">KELIMA:</span> ALWAYS OFFER A GOOD PRODUCT AT A FAIR PRICE</strong></p>
<p>Jadi produk yang bagus harus diberi harga seimbang. Kalau jelek jangan bujukin orang.</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">KEENAM:</span> BE ALWAYS AVAILABLE AND SPREAD THE GOOD NEWS</strong></p>
<p>Kita harus selalu ada kalau orang membutuhkan kita. Pemberitaan itu harus kabar gembira terus jangan ngancam-ngancam. Orang dagang itu sebenarnya jangan ngancam pakai katabelece segala.</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">KETUJUH:</span> GET YOUR CUSTOMERS AND KEEP GROW THE BUSINESS WITH THEM</strong></p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">KEDELAPAN:</span> WHAT EVER YOUR BUSINESS IS A SERVICE BUSINESS</strong></p>
<p>Pelayanan itu ibadah</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">KESEMBILAN:</span> ALWAYS REFINE YOUR PROCESS IN TERM OF QUALITY, COST AND DELIVERY</strong></p>
<p>Selalu usahakan meningkatkan kualitas, menurunkan cost supaya customers juga ikut menikmati dan delivery makin lama harus on time</p>
<p><strong><span style="color: #ff0000;">KESEPULUH:</span> GATHER RELEVAN INFORMATION BUT MAKE DECISIONS BASES ON YOUR WISDOM</strong></p>
<p>Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tapi keputusan terakhir berdasarkan hati nurani.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seminar-training.net/10-konsep-marketing-hermawan-kertajaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rhenald Kasali : Sakitnya Mental Pemimpin</title>
		<link>http://seminar-training.net/sakitnya-mental-pemimpin/</link>
		<comments>http://seminar-training.net/sakitnya-mental-pemimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 17:19:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Scifo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kolom Pakar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://seminar-training.net/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[
Jakarta, Pemimpin tetaplah manusia biasa. Ia bisa lahir dari keluarga bahagia yang penuh kasih sayang, tapi juga bisa datang dari kalangan yang terbuang. Dan yang datang dari kalangan yang pertama belum tentu mampu memimpin dengan baik. Demikian pula yang dilahirkan dari kelompok ke-dua.
Di dunia ini kita bisa menemukan macam-macam tipe pemimpin, mulai dari pemimpin yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-22" title="rhenald-kasali2" src="http://seminar-training.net/wp-content/uploads/2009/05/rhenald-kasali2.jpg" alt="rhenald-kasali2" width="210" height="230" />Jakarta, Pemimpin tetaplah manusia biasa. Ia bisa lahir dari keluarga bahagia yang penuh kasih sayang, tapi juga bisa datang dari kalangan yang terbuang. Dan yang datang dari kalangan yang pertama belum tentu mampu memimpin dengan baik. Demikian pula yang dilahirkan dari kelompok ke-dua.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-17"></span>Di dunia ini kita bisa menemukan macam-macam tipe pemimpin, mulai dari pemimpin yang tegas, berani dan bijak, sampai pemimpin yang populis yang tidak berani. Di tengah-tengah kedua kutup itu terdapat banyak varian yang membuat kepemimpinan tidak efektif.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak pemimpin yang berpikir ia akan sukses kalau ia bisa membuat segala sesuatu tenang. Living in harmony. Bila ada konflik ia segera bertindak. Setiap kali ada pihak yang mengadu ia tanggapi dengan menekan yang diadukan. Kadang cukup dengan perintah atau keluhan yang cukup membuat orang yang diadukan gerah. Karena pihak yang diadukan diam saja, maka urusan beres. Yang ia tidak tahu adalah, terjadi konflik yang semakin keras di level menengah yang mengakibatkan proses manajemen menjadi kacau dan hasil akhir yang diharapkan tidak optimal.</p>
<p style="text-align: justify;">American Psychiatry Association mengingatkan agar hendaknya kita selalu berhati-hati karena dalam diri kita masing-masing selalu saja ditemui benih-benih penyakit kejiwaan. Mereka menyebutnya sebagai Mentally disorder personality type yang mengakibatkan kepemimpinan tidak efektif. Penyakit-penyakit jiwa seperti ini sesungguhnya banyak kita temui sehari-hari. Dari ke-15 penyakit jiwa itu, ada 9 (sembilan) yang saya lihat sangat mudah kita deteksi sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertama adalah tipe pemimpin narcistic. Ini adalah pemimpin yang selalu ingin dianggap orang, bahkan ingin dianggap besar dan dikagumi (a need for admiration). Perilakunya persis seperti perilaku obsesif seorang yang kita lihat dalam sebuah iklan produk rokok nasional yang seakan-akan merasa dirinya seperti sutradara film terkenal (obsesi sutradara)</p>
<p style="text-align: justify;">Yang kedua disebut yaitu orang yang memiliki rasa waspada yang sangat berlebihan (hypervigilant) karena sangat tidak percaya pada orang lain. Ia bahkan menduga orang-orang lain, bahkan orang-orang berprestasi tinggi yang diterima oleh publik sebagai orang-orang yang tidak jujur dan selalu memiliki agenda terselubung. Ia sangat mudah gelisah, khawatir, dan terlalu berhati-hati.</p>
<p style="text-align: justify;">Tipe ketiga berikut ini ada banyak kita temui di sektor birokrasi dan di kalangan mereka yang mendalami ilmu/profesi di bidang keuangan. Mereka cenderung perfectionist, teliti, detail dan kontrol. Mereka menuntut dirinya dan orang-orang lain agar selalu patuh pada tahapan-tahapan prosedur dan aturan-aturan. Bagi mereka orang-orang yang tidak patuh adalah tidak bermoral, meski mereka sendiri tahu tidak mudah melakukan itu dan seringkali banyak kejanggalan-kejanggalan. Akibatnya mereka menjadi rigid dan dogmatik. Cenderung tertutup dan tidak memberi ruang bagi kreativitas dan hal-hal baru.</p>
<p>Berikutnya adalah tipe histrionic (histrionic personality). Ini adalah pemimpin yang senang mencari perhatian dari orang lain, tutur katanya seakan hangat, tetapi cenderung mendramatisasi sesuatu dan menggoda. Ia memiliki emosi yang berlebihan dan cenderung berkelompok.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang kelima adalah tipe dependent, yaitu orang-orang yang sulit bertindak mandiri. Ia selalu meminta petunjuk, submissive, sangat patuh dan cenderung menjadi, maaf, penjilat. Semua itu dilakukan dengan kesadaran bahwa dirinya bukanlah apa-apa. Dan karena itu ia mampu menghilangkan kediriannya. Ia selalu menunggu approval (persetujuan) dari orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu juga ada tipe depressive yang cenderung memiliki pesimistic outlook tentang segala hal. Di dalam situasi yang berubah dan mencekam, khususnya dalam masa transisi, pemimpin yang memiliki karakter seperti ini dengan mudah dapat kita temui. Di kalangan pengamat ekonomi dan politik misalnya, kehadiran mereka sangat terasa. Selain berbicara tentang segala hal secara negatif, sehingga seakan-akan tidak ada hari esok, mereka juga menyindir sinis setiap hal yang berbunyi positif dan optimistik. Mereka selalu menjanjikan faktor-faktor yang buram lewat kacamatanya yang gelap.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita masih punya tiga tipe pemimpin berpenyakit jiwa lainnya, yaitu schizotypical, passive-aggresive dan antisocial. Mari kita lihat satu per satu. Schizotypical adalah pemimpin yang cenderung eksentrik, selalu ingin berbeda, dengan kata-kata yang tidak enak didengar, sinis dan ingin cepat-cepat mengkritik orang lain. Di seminar-seminar ia selalu ingin angkat tangan dan cepat-cepat menusuk pikiran orang lain dan menganggap mereka salah dan hanya dirinya yang paling tahu. Akibatnya ia menjadi sulit dimana-mana, sulit membangun hubungan dengan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, passive-aggresive adalah tipe pemimpin yang sulit sekali berkata “no” (tidak). Ia selalu ingin menyenangkan orang lain dan merasa mampu melakukan apa saja. Padahal ia punya keterbatasan-keterbatasan, namun mulutnya sulit menolak. Akibatnya ia akan mengalami suasana yang sulit, yaitu gagal berkomitmen.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan terakhir adalah tipe antisocial. Yang terakhir ini Anda dapat temui di berbagai rumah tahanan. Mereka adalah orang-orang yang selalu melanggar hukum, tidak merasa bersalah, tetapi sulit dipegang kata-katanya. Selain tidak jujur dan licin, selalu ada saja yang ditipunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, masuk kategori manakah Anda? Mudah-mudahan tidak. Saya percaya kita adalah manusia pembelajar yang mampu me-recode dna kita. Namun kalau hasil yang Anda capai tidak optimal, baik bagi diri Anda, keluarga, ataupun perusahaan/organisasi, ada baiknya Anda memeriksa diri Anda baik-baik. Siapa tahu, persoalan itu ada di sini, di kepala kita sendiri. Ketika kita tidak bisa merubah orang lain, maka kita perlu berpikir. Jangan-jangan kita sendiri yang harus kita sembuhkan. Mari kita memeriksa diri kita.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://seminar-training.net/sakitnya-mental-pemimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
